KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas Rahmat, Hidayah serta Inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Karya Tulis dengan Judul “Tren SMS Sambil Berkendara”. Karya Tulis ini disusun guna memenuhi tugas Bahasa Indonesia tahun pelajaran 2011/2012.
Penulis berharap Karya Tulis ini dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan khususnya tentang Keselamatan Berkendara di Jalan khususnya mengenai Tren SMS Sambil Berkendara.
Sebagai manusia biasa penulis memiliki keterbatasan yang melekat pada diri penulis dalam proses belajar, memahami dan menuangkan dalam penulisan Karya Tulis ini, sehingga kritik, saran dan sumbangan pemikiran sangat dinantikan. Penulis menyampaikan berjuta terima kasih kepada semua pihak yang telah meluangkan satu kelonggaran bagi penullis dalam rangka belajar memahami suatu realitas.
ABSTRAKSI
Hiruk pikuk dunia berlalu lintas di jalan raya seakan menjadi hal yang tak asing bagi kita. Hampir tiap hari kita melakukan aktivitas di jalan. Baik pergi ke Sekolah, tempat kerja ataupun ke tempat kemana saja yang kita inginkan. Banyak permasalahan yang kita sering temui di jalan, entah itu pelanggaran lalu lintas, kemacetan, maupun berbagai pelanggaran SIM maupun STNK. Semua itu berakibat pada satu hal yakni ketidak tertiban masyarakat dalam berlalu lintas. Dan kita pasti sepakat, bahwa hal yang paling berbahaya dari tindakan itu semua yakni kecelakaan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Teknologi berkirim pesan singkat atau kita lebih mengenalnya dengan SMS, nampaknya menjadi masalah yang cukup serius akhir-akhir ini dalam permasalahan berlalu lintas. Kaitannya dengan kemarakan kecelakaan lalulintas yakni banyaknya pengendara atau pengguna jalan berkendara sambil berSMS an. Awalnya kita hanya melihat beberapa pengendara saja yang punya “kelebihan” hebat ini, namun akhir-akhir ini semakin banyak pengemudi kendaraan (Motor dan Mobil) yang bisa atau mahir berSMS sambil mengendarai kendarannya. Sepertinya gaya ini sedang menjadi trend baru dari kota hingga desa di negara ini. Trend seperti ini dapat dipastikan akan terus meningkat intensitasnya dan berpeluang besar untuk terus berjatuhan korban jwa. Pelaku SMS dan Telepon sambil mengendarai motor pada umumnya adalah anak sekolah setara SMP hingga pekerja yang masih produktif. Pada usia inilah para pelaku mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan egoisme yang lebih mendominasi, cenderung tidak tanggap dan merespon dengan lingkungan. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan pihak terkait dalam mengatasi permasalahan ini. Salah satunya yakni Pemerintah Daerah di manapun harus bekerjasama dengan Polisi lalulintas mensosialisasikan etika berkendara yang baik dan benar, termasuk salah satunya tidak boleh berSMS maupun bertelepon jika sedang mengemudi. Penyadaran masyarakat lewat sosialisasi memang tidak menjadi satu-satunya cara dalam mengatasi masalah ini. perlu berbagai cara dalam mewujudkan kondisi lalulintas yang aman bagi semua elemen masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar